Cari Blog Ini

Minggu, 19 Januari 2014

ASMA & SIFAT ALLAH ( 1 )

ASMA & SIFAT ALLAH

Judul Asli : Syarh Asmâ’il Husnâ Lis Sa’di
Penyusun : Syaikh Shâlih bin ‘Abdil ‘Azîz As-Sindî hafizhahullahu
Penerjemah : Bisri Tujang, Lc.
Editor : Tim Portal Islam
Publikasi : www.portal-islam.net
Cetakan : Pertama, 2012

بِسْمِ للهَِّ الرَّحْمَنِ الرَّحِیمِ
enyebutan Nama-Nama Allâh yang indah ini selalu terulang dalam Al-Qur`ân. Seiring momen dan kebutuhan yang mendesak untuk menjelaskan makna yang terkandung di dalamnya, maka kami mulai dengan:

Rabb ( (الرب
Nama Ar-Rabb ini sendiri banyak mengalami pengulangan dalam banyak ayat.
Ar-Rabb artinya: Yang Maha Pemelihara seluruh makhluk, mengatur segala urusan dan memberikan erbagai karunia. Yang lebih khusus dari itu adalah pemeliharaan manusia-manusia pilihan, dengan cara memperbaiki hati, ruh dan akhlak mereka. Karena itulah, nama yang mulia ini banyak digunakan dalam doa mereka, karena mereka hendak memohon pemeliharaan yang istimewa ini dari-Nya.

Allâh ( (لله
Dialah Sesembahan yang (berhak) disembah (al-Ma’lûh al-ma’bûd), Yang Memiliki sifat ketuhanan absolut dan sifat ‘ubudiyah (hak  peribadatan) atas seluruh makhluk-Nya. Dia tersifati dengan sifatsifat ketuhanan, dimana semua sifat tersebut adalah sifat-sifat sempurna.

Al-Mâlik ( (المالك
Nama Al-Malik, Al-Mâlik atau Yang Maha Memiliki kerajaan, artinya: Dialah yang memiliki sifat-sifat keagungan, kebesaran, kekuasaan dan pengaturan yang absolut pada penciptaan, pengaturan dan pembalasan. Dia lah Pemilik seluruh alam semesta  ini, baik yang tinggi (di langit) maupun yang rendah (di bumi). Semua yang menjadi hamba maupun rajanya, membutuhkan (pertolongan)-Nya.

Al-Wâhid ( الواحد ) / Al-Ahad ( (الأحد
Dialah Yang Maha Tunggal dengan segala kesempurnaan dan tidak ada satupun pun yang bersekutu dengan-Nya dalam kesempurnaan ini. Karena itu wajib bagi setiap hamba untuk mentauhidkan-Nya, baik secara keyakinan (i’tiqod), perkataan dan perbuatannya, yaitu dengan mengakui kesempurnaan-Nya yang absolut dan ketuhanannya-Nya yang Maha Tunggal serta mengesakan-Nya dalam segala bentuk ibadah.

Ash-Shamad ( (الصمد
Dia lah Dzat yang semua makhluk membutuhkan-Nya pada semua kebutuhan, keadaan dan kegentingan mereka, hanya Dia-lah sang pemilik kesempurnaan yang absolut baik dalam Dzat, nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-Nya.

Al-‘Alîm ( العلیم ) dan
Al-Khobîr ( (الخبیر
Dialah Sang Pemilik ilmu yang meliputi segala perkara zhahir dan bathin, perkara rahasia dan umum, perkara-perkara wajib, mustahil dan dan yang mungkin terjadi. Dia mengetahui perkara di alam atas (langit) dan bawah (bumi), baik yang lampau, sedang dan yang akan datang. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari ilmu-Nya.

Al-Hakîm ( (الحكیم
Dialah Sang Pemilik Hikmah yang tinggi di balik penciptaan dan perintah-Nya, yang telah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna, Alloh Ta’ala berfirman : “ (Hukum) mana yang lebih baik daripada (hukum) Allah? Bagi orang-orang yang meyakini?” (Al Maidah: 50). Karena itulah Allah Dia tidaklah menciptakan sesuatu yang sia-sia, tidak pula mensyariatkan sesuatu yang kosong tanpa tujuan. Dialah Pemilik Hukum di dunia dan di akhirat. Dia Pemilik hukum yang tiga, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hukum tersebut: Dia yang memutuskan perkara hamba-hamba-Nya dalam hukum, takdir dan balasan perbuatan mereka. Adapun al-Hikmah artinya adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya dan meletakkan sesuatu pada posisinya.

Ar-Rahman ( ,(الرحمن
Ar-Rahîm ( ,(الرحیم
Al-Birr ( ,(البر
Al-Karîm ( ,(الكریم
Al-Jawwâd ( ,(الجواد
Ar-Ra`ûf ( الرؤوف ), dan
Al-Wahhâb ( (الوھاب
Semua nama-nama ini memiliki makna yang berdekatan. Keseluruhannya menunjukkan penyifatan Rabb (terhadap diri-Nya) dengan sifat rahmah (kasih sayang), birr (baik), al-Jûd (dermawan) dan al-Karam (mulia). Juga menunjukkan keluasan kasih sayang dan karunia-Nya yang menyelimuti seluruh makluk yang ada, hal ini sesuai dengan kandungan sifat rahmah (kasih sayang)-Nya. Allâh mengistimewakan karunia yang lebih dan sempura bagi orang-orang mukmin, sebagaimana dalam firman-Nya :
ورحمتي وسعت كل شيءٍ فسأكتبھا للذین یتقون
“Dan rahmat-Ku meliputi tiap-tiap sesuatu; maka Aku akanmenentukannya bagi orang-orang yang bertaqwa" (QS al-A’râf : 156).
Nikmat dan karunia yang ada pada makhluk-Nya merupakan bukti dari rahmat, kedermawanan dan kemuliaan-Nya, serta seluruh kebaikan dunia dan akhirat merupakan bentuk akan rahmat-Nya.

As-Samî’ ( (السمیع
Yang Maha Mendengar seluruh suara walau dengan bahasa yang berbeda-beda dan kebutuhan yang bermacam-macam. 

Al-Bashîr ( (البصیر
Yang Maha Melihat segala sesuatu sampai yang terhalus dan terkecil sekalipun. Dia dapat melihat seekor semut hitam yang merayap di atas batu hitam di tengah malam yang gelap gulita. Ia juga mampu melihat isi dasar bumi pada lapisan yang ke tujuh sebagaimana Dia juga mampu melihat di atas lapisan langit yang ke tujuh. Dia juga Maha Mendengar lagi Maha Melihat siapa saja yang pantas mendapatkan balasan sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. Makna yang terakhir (dari nama yang bergandengan) ini kembali pada kebijaksanaan-Nya.

Al-Hamîd ( (الحمید
Yang Maha Terpuji baik di dalam Dzat, Nama-Nama, Sifat-Sifat dan Perbuatan-Nya. Dia memiliki nama yang paling indah, memiliki sifat-sifat yang paling sempurna, serta memiliki perbuatan yang paling baik lagi sempurna, karena segala perbuatan-Nya berputar diantara karunia dan keadilan-Nya.

Al-Majîd ( ,(المجید
Al-Kabîr ( ,(الكبیر
Al-‘Azhîm ( العظیم ), dan
Al-Jalîl ( (الجلیل
Nama-nama ini menggambarkan sifat-sifat al-Majd (kemuliaan), al-Kibriyâ` (kebesaran), al-Uzhmah (keagungan) dan al-Jalâl (keluhuran), di mana Dialah Yang Maha besar dari segala sesuatu, Yang Maha Agung, Maha Luhur dan Maha Tinggi dari segalanya. Yang pantas mendapatkan pengagungan dan pemuliaan dari lubuk  hati manusia pilihan dan para wali-Nya, yang mana hati-hati mereka terisi penuh dengan pengagungan, pemuliaan dan ketundukan serta merasa rendah pada kebesaran-Nya.

Al-‘Afwu ( ,(العفو
Al-Ghafûr ( الغفور ) dan
Al-Ghaffâr ( (الغفار
Yang tidak akan sirna dan akan senantiasa dikenal Sifat Pemaafnya, lagi Yang Maha Pengampun terhadap hamba-hamba-Nya. Setiap orang pasti membutuhkan maaf dan ampunan-Nya, sebagaimana ia juga memerlukan rahmat dan karunia-Nya. Dia telah menjanjikan ampunan dan maaf bagi siapa saja yang telah
menjalankan sebab-sebabnya. Allâh berfirman: “Dan sesungguhnya Aku benar-benar Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal shaleh kemudian tetap di jalan yang benar” (QS Thâha : 82)

At-Tawwâb ( (التواب
Yang senantiasa menerima taubat hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat dan mengampuni seluruh dosa hamba-hamba-Nya yang mau kembali. Siapa saja yang bertaubat kepada Allâh dengan taubat yang sebenarnya (taubatan nashûha) niscaya Allâh pasti menerima taubatnya, karena Dialah Sang Penerima Taubat atas hamba-Nya (dengan sebab) : Pertama, dengan memberikan taufik kepada mereka untuk bertaubat dan menerima dengan ketulusan hati, dan (kedua), Dialah penerima taubat mereka, tentu setelah
mereka bertaubat, sebagai bentuk penerimaan-nya dan sebagai tanda maaf atas dosa-dosa mereka.

Al-Quddûs ( القدوس ), dan
As-Salâm ( (السلام
Yang diagungkan dan disucikan dari seluruh sifat kekurangan dan dari penyetaraan dengan makhluk-Nya. Sebab Dia tersucikan dari segala kekurangan, dan tersucikan pula dari penyetaraan seseorang dengan salah satu sifat kesempurnaan-Nya, (Allâh berfirman) “tidak ada sesuatu yang serupa dengan-Nya”, “dan tidak ada yang setara dengan-Nya”, “adakah satu keserupaan dengan-Nya”, “maka janganlah kalian membuat tandingantandingan untuk Allâh”. Kata Al-Quddûs demikian pula As-Salâm, keduanya menafikan kekurangan sifat(Allâh) dari segala sisi, sebagaimana kedua nama ini juga mengandung kesempurnaan mutlak pada sifat Allâh dari segala sisi. Karena jika sifat kekurangan itu dinafikan, maka yang tetap semuanya hanyalah kesempurnaan.

Al-‘Alî ( العلي ) dan
Al-A’lâ ( (الأعلى
Dialah Yang memiliki ketinggian mutlak dari segala sisi, baik ketinggian Dzat, kehormatan, sifat-sifat dan kekuasaan-Nya. Dialah yang bersemayam di atas Arsy dan yang memiliki kerajaan. Terkumpul pada-Nya seluruh sifat-sifat keagungan, kebesaran, kemuliaan, keindahan dan pada-Nya puncak kesempurnaan.

Al-‘Azîz ( (العزیز
Yang Memiliki Seluruh Kemulian: baik kemulian kekuatan, kemenangan dan mencegah, sehingga setiap orang terhalang  memiliki kemulian ini, sementara Dia menguasai seluruh makhluk, pada-Nya setiap makhluk merendah, serta tunduk patuh pada keagungan-Nya.

Al-Qowî ( القوي ) dan
Al-Matîn ( (المتین
Nama ini semakna dengan sifat Al-Azîz (Maha Mulia).

Al-Jabbâr ( (الجبار
Nama ini semakna dengan nama Al-Alî Al-A'lâ (Yang Maha Tinggi), Al-Qahhâr (Yang Maha Kuasa) dan Ar-Ra`ûf (Yang Maha Pengasih). (Makna al-Jabbâr) Dialah yang membenahi hati yang telah keruh, Ia juga mencukupi kebutuhan hamba yang lemah tak berdaya, dan Dialah Yang menghibur mereka yang bersandar pada-Nya.

Al-Mutakabbir ( (المتكبر
Yang Maha Besar yang bebas dari keburukan, kekurangan dan kelemahan karena keagungan dan kebesaran-Nya.

Al-Khâliq ( ,(الخالق
Al-Bâri` ( البارئ ), dan
Al-Mushawwir ( (المصور
Dialah Yang menciptakan seluruh makhluk yang ada. Ia menciptakannya menurut kebijaksanaan-Nya. Ia membentuk rupanya berdasarkan sifat terpuji dan kebijaksanaan-Nya. Dia senantiasa dan akan tetap berada dalam sifat yang agung ini.

Al-Mu`min ( (المؤمن
Dialah Yang menyanjung diri-Nya dengan sifat-sifat sempurna, dengan sifat agung dan indah yang paripurna. Dia mengutus para Rasul-Nya, menurunkan kitab-kitab suci-Nya dengan penjelasan bukti-bukti dan keterangan yang nyata, dan membenarkan para Rasul yang datang dengan setiap ayat dan keterangan yang nyata menunjukkan akan kebenaran risalah yang mereka bawa. 

Al-Muhaimin ( (المھیمن
Yang dapat memantau setiap perkara yang tersembunyi, bahkan mengetahui yang terbetik di dalam dada hamba-Nya, karena Dialah Pemilik ilmu atas segala sesuatu.

Al-Qodîr ( (القدیر
Yaitu kekuasaan yang sempurna. Dengan sebab kekuasaan-Nya, Dia Mengadakan segala apa yang ada. Dengan kekuasaan-Nya pula Dia  mengatur, membenahi, menghukumi, menghidupkan, mematikan dan membangkitkan untuk pembalasan amal, dan Ia balas bagi yang berbuat baik dengan pahala dan mengganjar seorang pendosa karena dosanya. Apabila Ia menghendaki sesuatu maka Ia mengatakan : "jadilah” maka jadilah. Dan dengan kekuasaan-Nya, Dia mampu membolak-balik hati hamba-hamba-Nya, menurut kehendak dan keinginan-Nya.

Al-Lathîf ( (اللطیف
Dialah Yang memiliki ilmu yang menyelimuti perkara-perkara rahasia lagi tersembunyi. Yang mengetahui rahasia batin dan perkara-perkara halus. Yang Maha Lembut kepada hamba-hamba yang beriman, sebagai penyalur kebaikan mereka, yang muncul dari luapan kelembutan dan santunan-Nya melalui jalan yang beragam tanpa dirasakan oleh mereka. Nama ini semakna dengan Al-Khabîr (Yang Maha Mengetahui) dan Ar-Ra`ûf (Yang Maha Pengasih).

Al-Hasîb ( (الحسیب
Dialah Yang Maha Mengetahui akan hamba-hamba-Nya, Yang menanggung beban orang-orang yang bertawakkal, Yang membalas amal baik buruk hamba-hamba-Nya, seiring dengan kebijaksanaan dan ilmu-Nya terhadap segala amal yang kecil lagi halus.

Ar-Raqîb ( (الرقیب
Yang dapat memantau perkara yang disembunyikan oleh hati, Yang menetapkan balasan perbuatan setiap yang diusahakan oleh setiap jiwa, dan Yang memelihara segala makhluk dengan memperlakukannya dengan sebaik-baik aturan dan keputusan.

Al-Hafîzh ( (الحفیظ
Yang Memelihara ciptaan-Nya dan Ilmu-Nya meliputi setiap yang diciptakan-Nya. Dialah yang Memelihara wali-wali-Nya dari dosa dan kebinasaan, dan berlaku lembut dengan mereka di setiap gerakan dan aktivitas mereka, dan Dia menghitung dan membalas mereka berdasar amalan yang telah diperbuat oleh mereka.

Tidak ada komentar: